This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label PROPOSAL. Show all posts
Showing posts with label PROPOSAL. Show all posts

Contoh Proposal Penelitian Terbaru 2016



Sebelum melakukan penelitian, hendaknya penulis membuat proposal. Dengan membuat proposal penelitian pembaca akan mendapat gambaran awal dari penelitian atau tulisan karya ilmiahyang akan dibuat. Proposal tersebut dapat menjelaskan tentang kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang disebut Peoposal Penelitian Pengembangan. Selain itu proposal juga sebagai telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan atau disebut Proposal Penelitian Kajian Pustaka.  Proposal juga digunakan dalam penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif.

Usulan penelitian yang sering disebut Project Statement atau Research Proposal merupakan rencana penelitian mahasiswa yang hasilnya disusun dalam bentuk skripsi sebagai tugas akhir mahasiswa sebelum memperoleh gelar kesarjanaan (S-1) di Perguruan Tinggi. Oleh karena itu, teknik penulisan proposal penelitian sangat penting sekali kita pelajari. Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi tentang teknik penyusunan proposal penelitian. Sebelum kita menuju bagaimana cara atau teknik dalam penyusunan proposal penelitian, lebih baiknya anda mengerti dulu pengertian dari proposal bisa baca disini ” Pengertian Proposal“.

Teknik Penyusunan Proposal Penelitian
Ada beberapa bagian penting dalam penyusunan proposal penelitian atau proposal skripsi, diantaranya akan dijabarkan dibawah ini:



Contoh Proposal Penelitian

A. HALAMAN JUDUL
Halaman judul memuat : judul, jenis laporan, lambang Perguruan Tinggi, nama dan NIM, nama jurusan, nama program studi, nama perguruan tinggi dan tahun pengajuan.
  1. Judul Usulan Penelitian : Judul hendaknya dibuat singkat dan jelas, menggambarkan konsep dan topik dari penelitian dan menggambarkan adanya keterkaitan antara variable, lokasi penelitian dan tahun penelitian. Diketik dengan menggunakan huruf kapital, tidak boleh disingkat dan format ketikan dalam bentuk piramida terbalik ( V ).
  2. Jenis Laporan : Jenis laporan adalah usulan penelitian.
  3. Lambang Institusi Perguruan Tinggi
  4. Nama mahasiswa dan NIM
  5. Nama Jurusan
  6. Nama Program Studi
  7. Nama Perguruan Tinggi
  8. Tahun Pengajuan : Tahun pengajuan adalah tahun dimana usulan penelitian tersebut diajukan

B.   HALAMAN PERSETUJUAN
Halaman persetujuan memuat : judul usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing beserta tanda tangan dan waktu persetujuan

C.   DAFTAR ISI
Daftar Isi merupakan daftar yang menunjukkan isi bagian-bagian dalam skripsi maupun sub-sub bagiannya beserta nomor halamannya.

D.   ISI
Dibagian isi terdiri dari beberapa bab dan dari beberapa bab tersebut masih terdapat beberapa sub bab.



BAB I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang memuat: gambaran tema permasalahan di lokasi penelitian yang akan dibahas dan berkaitan dengan penelitian yang akan dijalankan, diuraikan dari masalah yang luas ke arah masalah yang khusus. Oleh karena itu diperlukan data studi awal di lokasi tempat penelitian.
Ada 4 kriteria latar belakang yang baik:
  1. Adanya “seriousness of problem”;
  2. Adanya “sense of urgency” (masalah yang harus segera ditangani);
  3. Adanya “political will” (kebijaksanaan dari organisasi atau politis);
  4. Adanya “manage – ability” (direkomendasikan oleh pihak manajemen).
Latar belakang ini juga harus mampu menjawab pertanyaan “mengapa memilih topik tersebut”

2. Perumusan Masalah
Perumusan masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang tegas dan jelas, serta menggambarkan arah hubungan antar dua variabel atau lebih. Misalnya adakah, apakah, bagaimanakah, dan lainnya.

3.    Batasan Masalah
Batasan masalah adalah pembatasan ruang lingkup yang dilakukan dalam penelitian, dimana pembatasan tersebut meliputi: tema/topik, area atau wilayah yang diteliti, sumber informasi, lokasi penelitian serta waktu penelitian

4.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian meliputi :
a.    Tujuan Umum ; Meliputi tujuan yang akan dicapai secara menyeluruh yang dapat menjawab tema / judul penelitian
b.    Tujuan Khusus ; Meliputi jabaran atau rincian dari tujuan umum secara operasional sesuai dengan perumusan dan pembatasan masalah. Tujuan khusus akan menggambarkan hasil dan pembahasan yang akan diperoleh dari penelitian ini.

5.    Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian meliputi: 1) manfaat bagi pengguna (user), 2) pengembangan keilmuan dan 3) bagi peneliti, sehingga scara khusus hasil penelitian memberikan masukan bagi si peneliti, masyarakat, instansi terkait dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta diharapkan dapat dijadikan pertimbangan sebuah kebijakan

6.    Keaslian Penelitian
Keaslian penelitian mencerminkan kemampuan mahasiswa untuk menelusuri dan mengidentifikasi penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian yang dilakukannya.Setiap penelitian dilakukan dalam konteks lingkungan yang berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, sekalipun penelitian tersebut merupakan replikasi penelitian sebelumnya. Pernyataan tentang keaslian penelitian meliputi identifikasi persamaan penelitian sebelumnya yang sangat relevan dan perbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukannya.
Perbedaan dan persamaan penelitian dengan penelitian terdahulu dapat meliputi : kerangka teori, penerapan teori dalam situasi spesifik atau populasi khusus atau generalisasi teori pada populasi yamg lebih luas, kerangka konsep, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan teknik analisis atau pemodelan data. Penyajiannya dapat dalam bentuk matriks persamaan dan perbedaan penelitian sebelunya.





BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka merupakan penelusuran kepustakaan untuk mengidentifikasi makalah dan buku yang bermanfaat dan ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan serta merujuk pada semua hasil penelitian terdahulu pada bidang tersebut. Tinjauan pustaka disusun berdasarkan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian dan masalah yang akan dipecahkan. Sumber yang dipakai dalam tinjauan pustaka harus disebutkan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun terbit dengan model Vancouver. Format penyajiannya dimulai tinjuan teori untuk variabel independen, variabel dependen dan keterkaitan antar variabel yang diteliti dengan mengacu pada penelitian sebelumnya.

a. Landasan Teori
Landasan teori menguraikan kerangka teori yang merujuk pada referensi berbagai ahli tertentu maupun berbagai teori-teori yang ada yang nantinya akan mendasari hasil dan pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan tema atau masalah yang diteliti. Teori-teori yang dirujuk harus mengacu pada variabel-variabel yang diteliti. Dimulai dari penjelasan tema, variabel independen dan variabel dependennya atau faktor-faktor yang diteliti serta dijelaskan teori-teori tersebut untuk mendukung hipotesis yang akan diajukan.

b.    Kerangka Teori
Kerangka teori terdiri dari teori-teori atau isu-isu dimana penelitian kita terlibat di dalamnya dan memberikan panduan pada saat peneliti membaca pustaka.Kerangka teori tidak dapat dikembangkan kalau peneliti belum mempelajari pustaka dan sebaliknya kalau peneliti belum mempunyai kerangka teori maka peneliti tidak akan dapat membaca pustaka dengan efektif.

c.    Kerangka Konsep Penelitian
Kerangka konsep penelitian merupakan operasionalisasi keterkaitan antar variabel-variabel yang berasal dari kerangka teori dan biasanya berkonsentrasi pada satu bagian dari kerangka teori. Kerangka konsep menggambarkan aspek-aspek yang telah dipilih dari kerangka teori untuk dijadikan dasar masalah penelitiannya. Jadi kerangka konsep timbul dari kerangka teori dan berhubungan dengan masalah penelitian yang spesifik.

d. Hipotesis
Hipotesis memuat : pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi. Hipotesis tidak selalu harus ada tergantung pada jenis dan tujuan penelitian. Oleh karena itu hipotesis harus diuji kebenarannya dan pengujiaannya harus mendasarkan pada kaidah-kaidah keilmuan (scientific methods) yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri hipotesis yaitu :
  1. Dinyatakan dalam bentuk pernyataan (statement) bukan kalimat tanya
  2. Hipotesis hendaknya berkaitan dengan bidang ilmu yang akan diteliti
  3. Hipotesis harus dapat diuji yaitu terdiri dari variable yang dapat diukur dan dapat dibanding-bandingkan sehingga diperoleh hasil yang obyektif
  4. Hipotesis hendaknya sederhana dan terbatas ( tidak menimbulkan perbedaan pengertian dan tidak terlalu luas sifatnya )





BAB III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian memuat : jenis penelitian, populasi dan sample penelitian, lokasi dan waktu penelitian, hubungan variable dan definisi operasional, instrumen penelitian, pengumpulan dan pengolahan data, metode analisis data dan keterbatasan
a.   Jenis Penelitian
Berisi langkah-langkah yang akan diambil untuk membuktikan kebenaran hipotesis.

b.    Populasi dan Sample
Berisi cara pengambilan sample, besar sample, cara pengumpulan sample, teknik penarikan sample.
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, tetapi semua benda yang memiliki sifat atau cirri yang bisa diteliti.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut

c.    Lokasi dan Waktu Penelitian
Berisi mengenai tempat / lokasi penelitian beserta waktu yang dipergunakan melakukan penelitian

d.   Variabel
Berisi keterangan tentang variable atau factor yang diamati atau diteliti dalam suatu penelitian

e.    Definisi Operasional
Menjelaskan bagaimana suatu variable akan diukur serta alat ukur apa yang digunakan untuk mengukurnya. Definisi ini mempunyai implikasi praktis dalam proses pengumpulan data. Definisi operasional mendiskripsikan variable sehingga bersifat spesifik (tidak berintegrasi ganda), terukur, menunjukkan sifat atau macam variable sesuai dengan tingkat pengukurannya dan menunjukkan kedudukan variable dalam kerangka teoritis.

f.     Teknik Pengumpulan Data
Berisi cara pengumpulan data yang dapat berupa data primer maupun data sekunder. Berdasarkan caranya pengumpulan data dapat berupa observasi, wawancara langsung, angket, pengukuran / pemeriksanaan

g.    Instrument Penelitian
Instrument (alat ukur) penelitian dapat berupa kuesioner, cek list yang digunakan sebagai pedoman observasi dan wawancara atau angket

h.    Teknik Pengolahan Data
Berisi cara pengolahan data yang akan dilakukan peneliti sehingga data hasil penelitian dapat menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian

i.     Metode Analisis Data
Metode analisa data menjelaskan bagaimana seorang peneliti mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian. Kegiatan analisa data ini meliputi : persiapan, tabulasi dan aplikasi data. Pada tahap analisa data inidapat menggunakan uji statistik jika memang data dlam penelitian tersebut harus diuji dengan uji statistik

j.   Keterbatasan
Dalam setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Dalam bab ini disajikan keterbatasan peneliti secara teknis yang mungkin mempunyai dampak secara metodologis maupun substantif, seperti : keterbatasan pengambilan sampel, keterbatasan jumlah sampel, keterbatasan instrumen penelitian, keterbatasan waktu dan sebagainya







E.   DAFTAR PUSTAKA

Daftar Pustaka merupakan keterangan tentang bacaan yang dijadikan sebagai bahan rujukan dari penulisan skripsi. Dalam daftar pustaka dapat dimasukkan tentang pustaka dari buku teks, jurnal, artikel, internet atau kumpulan karangan lain.







F.    LAMPIRAN
Lampiran memuat : keterangan atau informasi yang diperlukan pada pelaksanaan penelitian seperti : peta, surat penelitian, kuesioner, atau data lain yang sifatnya melengkapi usulan atau proposal penelitian.


Contoh Proposal Pengajuan Dana Seminar



PENGAJUAN PERIZINAN MENGADAKAN SEMINAR KANKER SERVIKS




PROPOSAL









LOGO
 






















SEKOLAH TINGGI SEKALI
PROGRAM STUDI D3 KEBIDANAN

2016 / 2017









Nomor         : 10/UI.12/2011

Lampiran      :1 (satu) berkas

Hal               : Permintaan izin dan dana



Kepada Yth:

Kepala Dinas Kesehatan

Kota Malang


Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin canggihnya teknologi pada saat sekarang ini. Hendaknya wanita tahu bagaimana perawatan diri yang baik, pencegahan infeksi, dan suatu keadaan yang normal dan abnormal. Namun dilihat dikehidupan nyata semua itu malah sebaliknya. Banyak wanita yang diserang oleh penyakit berbahaya tersebut kurang penanganan dan peran dari dinas kesehatan, sehingga penyakit tersebutnya awalnya bisa dicegah tapi ini malah memekan jiwa. Pada saat sekarang ini banyak ditemukan wanita yang terserang kanker serviks. Penyakit ini tidak memilih-milih orang antara orang kaya dan orang miskin.  

Segmen pasar dari salah satu upaya ini terutama bagi kalangan wanita yang kurang pengetahuannya tentang kanker serviks meminta kepada pihak kesehatan agar ada penyuluhan-penyuluhan,agar mereka yang tidak tahu menjadi tahu dan bisa mendeteksi dini kanker serviks sebelum memakan jiwa.Dengan bertambahnya penduduk dan makin banyaknya masyarakat kurang mampu dan tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan atau bersekolah kejenjang lebih lanjut,yaitu sekitar 2,5% pertahun di tambah dengan migrasi penduduk yang tinggi dari desa ke kota,akan semakin bertambah banyak penduduk yang membutuhkan penyuluhan tentang upaya mendeteksi dini.

Hal itu semakin dibutuhkannya fasilitas kesehatan yang memadai untuk berjalannya program yang sudah dirancang. Dengan demikian untuk mengadakan seminar kesehatan yang memadai dibutuhkan dukungan secara moril maupun materil dari pihak yang berwenang.

Maka saya bermaksud mengadakan seminar tentang UPAYA MENDETEKSI DINI KANKER SERVIKS sebagai berikut :

            Pengadaan         : Seminar tentang upaya memdeteksi dini kanker serviks

            Waktu                 : Senin, 26 Desember 2011

                                      Tempat               : Jl. Brigjen Darsono no.12B baypass, Cirebon

              Berkenaan dengan ini  dan dengan hormat saya mengundang partisipasi pihak Dinas Kesehatan untuk kelangsungan acara ini. Atas perhatian dan kesediaan mempelajari proposal ini serta kerjasama dan partisipasinya yang akan terjalin saya ucapkan banyak terima kasih.



 



Malang, 17 April 2016



Penyusun







 

  


BAB I

PENDAHULUAN

1      I. Latar Belakang

Kanker serviks adalah penyakit kanker yang terjadi pada daerah leher rahim. Yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim. Letaknya antara rahim (uterus) dengan liang senggama wanita (vagina).

Kanker ini 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Berawal terjadi pada leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh penderita.

Seiring dengan perkembangan zaman dan semakin canggihnya teknologi pada saat sekarang ini . Hendaknya wanita tahu bagaimana perawatan diri yang baik , pencegahan infeksi , dan suatu keadaan yang normal dan abnormal . Tapi , dilihat dikehidupan nyata semua itu malah sebaliknya . wanita – wanita yang diserang oleh penyakit berbahaya tersebut kurang penanganan dan peran dari dinas kesehatan , sehingga penyakit tersebutnya awalnya bisa dicegah tapi ini malah memekan jiwa . Pada saat sekarang ini banyak ditemukan wanita yang terserang kanker serviks . Penyakit ini tidak memilih – memilih orang antara orang kaya dan orang miskin .

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, saat ini penyakit kanker serviks menempati peringkat teratas di antara berbagai jenis kanker yang menyebabkan kematian pada perempuan di dunia. Di Indonesia, setiap tahun terdeteksi lebih dari 15.000 kasus kanker serviks.

Sekitar 8000 kasus di antaranya berakhir dengan kematian. Menurut WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita kanker serviks yang tertinggi di dunia. Mengapa bisa begitu berbahaya? Pasalnya, kanker serviks muncul seperti musuh dalam selimut. Sulit sekali dideteksi hingga penyakit telah mencapai stadium lanjut.

Penularan virus HPV bisa terjadi melalui hubungan seksual, terutama yang dilakukan dengan berganti-ganti pasangan. Penularan virus ini dapat terjadi baik dengan cara transmisi melalui organ genital ke organ genital, oral ke genital, maupun secara manual ke genital.

Karenanya, penggunaan kondom saat melakukan hubungan intim tidak terlalu berpengaruh mencegah penularan virus HPV. Sebab, tak hanya menular melalui cairan, virus ini bisa berpindah melalui sentuhan kulit.   

Hal itu semakin dibutuhkannya partisipasi dari dinas kesehatan agar  program yang sudah dirancang berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Berdasarkan uraian di atas, diketahui besarnya peranan aspek promosi dalam menunjang kesehatan masyarakat.  Aspek inilah yang akan membentuk dan menjaga agar masyarakat terhindar dari penyakit yang mematikan ini. Maka untuk mencapai tujuan ini tersebut alah satu acaranya adalah dengan mengadakan seminar kesehatan. Hal ini juga menjadi pertimbangan penyusun memlilih pokok bahasan dengan judul “Pengajuan Perizinan mengadakan Seminar Upaya Mendeteksi dini Kanker Serviks ”.

II. Identifikasi Masalah
Dalam perkembangannya, banyak masyarakat yang tidak mengetahui penyakit – penyakit yang mengancam jiwa . karena kurang pengetahuan tentang ini semua, walaupun teknologi semakin canggih. Oleh sebab itu salah satu upaya agar masyarakat tahu dengan diadakannya seminar ini.

  
III Batasan Masalah
Supaya permasalahan yang diangkat tidak terlalu luas, maka masalah yang diangkat akan ditekankan pada identifikasi analisa data dan biaya, konsep pelayanan kesehatan yang diaplikasikan, perancangan bahan yang diperlukan, serta budget yang diperlukan.



IV. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penulisan proposal ini adalah untuk pengajuan perizinan mengadakan seminar kesehatan yang berjudul “ Upaya Mendeteksi Dini Kanker Serviks “.













 

















BAB II

KAJIAN DATA

2.1. analisa data

2.2.1. Analisa S W O T

strength :

                    ·         Fasilitas yang memadai 
                    ·         Peralatan seminar lengkap.
                     Weakness :              

  • Dana terbatas
  • Kurang promosi


                     Opurtunity      :

  • Kurangnya pengetahuan kesehatan, pancegahan infeksi, dan mengetahui keadaan normal dan abnormal



Threat                : Semakin banyaknya ketidak tahuaan masyarakat tentang kanker serviks



  

                     2.2.2. Rumusan 4W+1H

                                    

What                                        : Seminar yang akan di adakan ini memprioritaskan kepada masyarat umum, mahasiswa kesehatan.

Who                     :

Target Klien :

·         Geografis                 :    Di Makang yang masih membutuhkan pengetahuan tentang bahayanya kanker serviks.



·         Demografis                         

o   Masyarakat umum

o   Mahasiswa kesehatan



Umur                                : Usia Subur

Status Ekonomi            : Semua Kalangan


Where :

Kota Malang yang masih membutuhkan pengetahuan tentang kesehatan

When :

28 Desember 2016

How :

Seminar kesehatan ini di laksanakan dengan tujuan untuk menjalankan program menurunkan angka kematian, sayang ibu sayang anak.























Identifikasi + Klasifikasi Biaya Seluruh biaya yang terlibat dalam proses Pelayanan Kebidanan

Pendapatan

·         Modal sendiri = Rp. 4.000.000,00

·         Sumbangan dari mahasiswa = Rp. 1.750.000,00

·         Sumbangan karyawan = Rp. 2.000.000,00

  1. Alat – alat

·         Sewa Meja tulis Panitia 2 buah              = 2 x 40.000              = Rp.     80.000,00

·         Sewa Kursi 150 buah                             = 150 x 5.000            = Rp.   750.000,00

·         Ballpoint / 10 pack                                 = 10 x 12.000           = Rp.    120.000,00

·         Pensil / 2 pack                                         = 2 x 15.000             = Rp.      30.000,00

·         Tipe – x / 5 bh                                         = 5 x 3000                = Rp.      15.000,00

·         Penghapus / 5 buah                                = 5 x 2000               = Rp.      10.000,00

·         Penggaris / 3 buah                                  = 3 x 3000               = Rp.        9.000,00

·         Stabillo / 2 buah                                      = 2 x 4000               = Rp.        8.000,00

·         Buku Administrasi / 3 buah, 3 x 7500                                    = Rp.     22.500,00

·         Pembuatan tiket masuk 500 buah = 500 x 500                     = Rp.   250.000,00

Total                                                                                           = Rp. 1.294.500,00

  1. Linen

·         Taplak meja 10 buah                                                         = Rp. 450.000,00

·         Sarung kursi  150 buah                                                    = Rp. 240.000,00

·         Gorden                                                                               = Rp. 240.000,00

Total                                                                                   = Rp. 930.000,00

  1. Makanan

·         Snack 200 buah                                                                 =Rp.  2.000.000,00

·         Air minum 7 kardus                                                         = Rp        98.000,00

Total                                                                                   = Rp.  2.098.000,00               





  1. Utilitas

·         Listrik

·         AC

·         Kipas angin 220 kwh                                    

·         PDAM

Total / bulan                                                                     = Rp.     150.000,00

5.      Sewa Gedung                                                                    = Rp.  2.000.000,00



ASSET
Kas
Sewa gedung
B. perlengkapan
B. Linen
B. makan


B. utilitas
Pendapatan


Kewajiban

Rp. 2.000.000







Rp. 2.000.000
 + modal
+Rp 4.000.000

-Rp. 1.294.500
-Rp. 930.000
-Rp. 2.098.000
-Rp. 150.000
+Rp. 5.750.000
Rp. 5.277.500





Laporan Laba Rugi

Pendapatan                                                                                                         Rp.  5.750.000,00

B. perlengkapan                                                                  Rp. 1.294.500,00

B. Linen                                                                                Rp.    930.000,00

B. Makan                                                                              Rp.  2.098.000,00

B. Utilitas                                                                              Rp.     150.000,00

                                                                                                                              Rp. 4.472.500,00

Laba                                                                                                                     Rp. 1.277.500,00








BAB III

KESIMPULAN



Dalam seminar kesehatan harus dketahui modal dari seminar itu sendiri, maka dari itu bisa di hitung biaya seluruh kebutuhan untuk acara ini.

Dalam acara seminar ini tidak dipungut biaya, tp hanya meminta kesukarelaan kepada para mahasiswa kesehatan dan karyawan.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...